Alammu yang tenang
mengenang
Gunungmu penuh
belerang
Melihat rintihan
orang-orang
yang kini bingung
derang-derang
Tangis tawa
menderai
Bagaikan angin yang
berhembus seketika
Melihat alam mulai murka
Seakan ingin
melerai
Namun tak akan
mampu menahan
Cerai berai tangis
Tak ada lagi tawa
dihati
tak ada lagi senyum
di wajah
Mimik takan lagi
ceria
Hanyalah sedih
terpancar
Ketika semua
terjadi
kuasa tuhan abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar