Jumat, 04 Januari 2013

Dibalik Mentari Ada Senyummu



Sosok yang canggung ..
Terlihat ia berdiri dari arah barat
Sosok samar-samar yang tertutup kilauan matahari terbenam
Bayangan hitam yang panjang
Melambaikan tangan dengan samar-samar

Barat yang bercahaya terang …
Pancaran yang menyilaukan mata

Berbinar tak menari
Tegak dengan postur yang seimbang
Berbinar bagaikan kaca yang bening tanpa debu
Terbenam sudah sang maharaksasa
Tiada lagi warna terang itu
Kini semayu berwarna hitam
Mulai terlihat sudah muka yang tadinya melambai
Dengan satu tangan yang terangkat dengan senyum manis
Dialah yang kutunggu dibalik terbenamnya mentari
   
~anata amalia 


Kamis, 03 Januari 2013

OSN 2013 bidang Astronomi

Read this yang Olimpiade Astronomi 

Astronomi : 
  1. Mekanika Benda Langit : Hukum Kepler, Hukum Gravitasi Newton, Aplikasi Hukum Newton.
  2. Radiasi Elektromagnetik : Hukum Radiasi, Benda Hitam, Spektrum Elektromagnetik.
  3. Bola Langit : Konsep Dasar Segitiga Bola, Tata Koordinat Astronomi, Pengertian Ekuinok, Konstelasi dan Zodiak, Obyek Langit dalam kondisi Circumpolar
  4. Konsep Waktu dan Kalender : Waktu Matahari, Waktu Sideris, Kalender Bulan (Hijriah)
  5. Tata Surya : Matahari, Komponen Tata Surya, Periode Sideris dan Sinodis Planet, Teori Pembentukan Tata Surya.
  6. Fenomena Astronomi (Sistem Bumi, Bulan, Matahari) : Fasa Bulan dan Hilal, Periode Sideris dan Sinodis Bulan, Gerhana, Musim di Bumi, Aurora, Hujan Meteor
  7. Bintang
  8. Galaksi dan Kosmologi Dasar
Praktek (OSN) :
  1. Pengamatan dengan mata telanjang atau secara visual (tergantung kondisi cuaca) : Rasi Bintang, Mengenal Bintang Terang dan Planet Tampak, Mengenal Ekliptika dan Kutub Ekliptika, Mengenal Ekuator Galaksi Bimasakti, Mengenal Ekuator Langit.
  2. Pengamatan dengan Teleskop dan detektor Atronomi : Mengarahkan dan menjalankan teleskop sesuai instruksi, merekam dan mengolah data.

Untuk lebih lengapnya, silahkan ke http://www.pelatihan-osn.com/2013/01/silabus-olimpiade-sains-nasional.html

Rabu, 02 Januari 2013

Memandang


Alammu yang tenang mengenang
Gunungmu penuh belerang
Melihat rintihan orang-orang
yang kini bingung derang-derang

Tangis tawa menderai
Bagaikan angin yang berhembus seketika
Melihat alam mulai murka
Seakan ingin melerai
Namun tak akan mampu menahan

Cerai berai tangis
Tak ada lagi tawa dihati
tak ada lagi senyum di wajah
Mimik takan lagi ceria
Hanyalah sedih terpancar
Ketika semua terjadi
kuasa tuhan abadi